Corona Belum Kondusif, IBL Siapkan Opsi Terburuk

Jakarta – Operator Indonesia Basketball League (IBL) menyiapkan opsi terburuk jika wabah virus corona belum juga kondusif. Salah satunya, meniadakan liga musim ini.
IBL menyetop kompetisi 2020 seri ketujuh yang seharusnya digelar di GOR Bima Sakti Malang pada 13 Maret lalu hingga waktu yang belum ditentukan. Kebijakan diambil menyusul keputusan pemerintah menaikkan status darurat pandemi virus corona sampai 29 Mei.

Direktur Utama operator IBL, Junas Miradiarsyah, mengatakan, pihaknya menyiapkan sejumlah skema untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang terjadi.

“Kalau misalnya semua berjalan lancar dan sudah diperbolehkan untuk menggelar kompetisi, kami bisa langsung bergerak dan memprediksi paling cepat dilaksanakan itu di minggu keempat Juni. Jadi periodenya Juni-Juli,” kata Junas kepada pewarta dalam sambungan telepon, Rabu (1/4/2020)

“Tapi kalau keadaan sebaliknya maka harus mundur. Nah, toleransi mundur itu kami bisa lakukan sampai September-Oktober, karena kalau masuk ke November-Desember itu sudah masuk ke musim berikutnya. Kan nanti ada draft, rookie, pemain asing dan sebagainya,” lanjutnya.

“Kemudian poin selanjutnya, meskipun menunggu kondisi status, maka pemain asing itu kami pulangkan dulu. Karena pertimbangannya kalau mereka untuk tetap stay di sini jadi menunggu periode yang belum pasti.”

Junas juga tak ingin ambil risiko jika tetap memaksa kompetisi terus berjalan dalam kondisi tak sepenuhnya aman.

“Intinya, kesampingkan dulu kompetisi, yang utama adalah keselamatan dan kesehatan pemain. Makanya kami pulangkan pemain asing karena mereka punya keluarga. Tidak fair kalau kami paksa di sini sedangkan keluarganya di negara masing-masing.”

“Kalau kondisi sudah memungkinkan baru lah kami panggil lagi dan mengkomunikasikannya dengan semua agen. Kami sudah jelaskan dan kemungkinan kelanjutannya seperti ini,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *